Wabah penyakit terjadi juga di zaman Rasulullah SAW meski bukan virus corona.
Wabah tersebut salah satunya kusta yang menular dan mematikan sebelum
diketahui obatnya. Nabi memerintahkan tidak dekat-dekat atau melihat
orang yang mengalami lepra atau leprosy.
لاَ تُدِيمُوا النَّظَرَ إِلَى الْمَجْذُومِينَ
Artinya: "Jangan kamu terus menerus melihat orang yang menghidap penyakit kusta." (HR Bukhori)
Hadist ini dinilai hasan dan sesuai bakteri penyebab kusta yang ternyata mudah menular antar manusia. Nabi Muhammad SAW juga pernah memperingatkan umatnya jangan berada dekat wilayah yang sedang terkena wabah.
إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا
Artinya:
"Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian
memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan
tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari)
Hadist ini mirip metode karantina yang kini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit. Selain kusta, Nabi Muhammad SAW
juga pernah menghadapi wabah di masa hijrah ke Madinah. Saat itu
situasi Madinah dikatakan sangat buruk dengan air yang keruh dan penuh
wabah penyakit
Menghadapi situasi tersebut, Nabi Muhammad SAW
meminta pengikutnya untuk sabar sambil berharap pertolongan dari Allah
SWT. Seperti diceritakan Aisyah, mereka yang bersabar dijanjikan syahid.
Dalam hadist juga disebutkan janji surga dan pahala bagi yang bersabar saat menghadapi wabah penyakit.
الطَّاعُونُ شَهَادَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ
Artinya: "Kematian karena wabah adalah surga bagi tiap muslim (yang meninggal karenanya). (HR Bukhori)
Selain di masa Rasulullah, kisah wabah penyakit juga
ada di masa khalifah Umar bin Khattab. Dalam hadist diceritakan, Umar
sedang dalam perjalanan menuju Syam saat kabar wabah penyakit
diterimanya dalam perjalanan.
Hadist yang dinarasikan Abdullah bin 'Amir mengatakan, Umar kemudian tidak melanjutkan perjalanan.
أَنَّ
عُمَرَ، خَرَجَ إِلَى الشَّأْمِ، فَلَمَّا كَانَ بِسَرْغَ بَلَغَهُ أَنَّ
الْوَبَاءَ قَدْ وَقَعَ بِالشَّأْمِ، فَأَخْبَرَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ
عَوْفٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ " إِذَا
سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَقْدَمُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ
بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ "
Artinya:
Umar sedang dalam perjalanan menuju Syam, saat sampai di wilah bernama
Sargh. Saat itu Umar mendapat kabar adanya wabah di wilayah Syam.
Abdurrahman bin Auf kemudian mengatakan pada Umar jika Nabi Muhammad SAW
pernah berkata, "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka
janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu
berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhori).
Dalam
hadist yang juga diceritakan Abdullah bin Abbas dan diriwayatkan Imam
Malik bin Anas, keputusan Umar sempat disangsikan Abu Ubaidah bin
Jarrah. Dia adalah pemimpin rombongan yang dibawa Khalifah Umar.
Menurut
Abu Ubaidah, Umar tak seharusnya kembali karena bertentangan dengan
perintah Allah SWT. Umar menjawab dia tidak melarikan diri dari
ketentuan Allah SWT, namun menuju ketentuanNya yang lain. Jawaban
Abdurrahman bin Auf ikut menguatkan keputusan khalifah tidak melanjutkan
perjalanan karena wabah penyakit.
Wabah penyakit
sejatinya tidak pernah diharapkan muncul hingga mengakibatkan
kekhawatiran. Namun selalu ada alasan yang mengakibatkan wabah penyakit
muncul dengan dampak yang tidak bisa diperkirakan.
Menghadapi kondisi ini, ada baiknya mengamalkan doa seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam berbagai hadist.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ الأَسْقَامِ
Arab latin: Allahumma inni a'udhu bika minal-barasi, wal- jununi, wal-judhami, wa min sayyi'il-asqami'
Artinya: "Ya Allah, aku mencari perlindungan kepadamu dari kusta, kegilaan, kaki gajah, dan penyakit jahat. (HR Abu Daud)
Hadist
yang diriwayatkan Anas bin Malik tersebut mendapat kategori shahih.
Selain berdoa dan melaksanakan ibadah lain, tentu upaya pencegahan lain
harus dilakukan menghadapi wabah penyakit.
Sesuai saran pemerintah, untuk mencegah infeksi virus corona sebaiknya
selalu menggunakan masker saat beraktivitas. Selain itu jaga kebersihan
dengan rajin cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Langkah
selanjutnya adalah segera ke dokter bila terjadi penurunan fungsi tubuh,
terutama jika baru pulang dari Wuhan atau China.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar